Chilli and Friends (Part 4)

Children's storytime

Written by Azis K (Gibbon project coordinator) and Cara Wilcox (BNF’s primate scientist)

Chilli hanging around in the forest
Photo by Adul

Yesterday, when I woke up in the forest it was an overcast day. Mum, dad and I started our day, but we had an odd feeling that morning, I’m not sure why. When we were travelling, my dad made an alarm call from in front, my mum and I quickly went to him, and at that moment dad was going berserk at a pile of vines up in the trees! My mum and I didn’t know what had made him go crazy like that because it’s very unusual behaviour for my dad.

I saw my dad pull on a vine, but the vine was thick and had hair! I went to my dad and saw big scary eyes staring at me from the pile of vines. I wasn’t feeling brave anymore, and I was relieved when mum shouted to me to move away from the vines.

I quickly went to my mum, and she said, “This is too dangerous for you, this work is for dad.” I asked mum, “Why is dad so angry?”

The male gibbon pull on a vine

Mum answered “This is the most dangerous animal for us in the Sabangau Forest, he eats animals. Dad is trying to chase him away from our area, so he doesn’t eat us!”

I asked mum “What animal is this mum?”

Mum said “It’s a clouded leopard, he looks for food at night when all the other animals are asleep. That’s why we always try to sleep high up in the tall trees.”

After that, dad came to us and said “OK, I have disturbed the leopard enough, he will leave us now. Come on, let’s go and find some food, I’m starving after all that hard work.”

So, we continued travelling and left the leopard there. I don’t want to be friends with the clouded leopard because I’m scared of him! Hopefully, I won’t meet him again in the forest in the future.

To Be Continued…


Kemarin, ketika saya bangun tidur di hutan sedikit mendung. Ayah, ibu dan saya mulai beraktivitas dan kami merasa ada yang aneh hari itu, tetapi kami tidak tahu kenapa. Ketika kami berjalan, ayah saya memberikan suara peringatan dari depan, jadi saya dan ibu segera mendatangi ayah. Saat itu ayah sedang mengamuk ke tumpukan liana di atas pohon! Ibu dan saya masih belum tahu apa penyebab dia mengamuk, karena ayah tidak biasanya seperti itu.

Owa jantan menarik liana

Saya melihat ayah menarik liana, tapi liana itu berbulu dan tebal! Saya mendatangi ayah dan melihat mata besar yang menakutkan dari dalam tumpulkan liana. Mata itu melihat saya, dan saya tidak berani lagi untuk mendekat, saya langsung merasalega ketika ibu memanggil saya untuk menjauh dari situ.

Saya langsung mendatangi ibu, dan dia bilang “Ini terlalu berbahaya untuk anak-anak, pekerjaan itu untuk ayah saja.”

Saya bertanya kepada ibu, “Kenapa ayah marah sekali?”

Ibu menjawab, “Ini binatang paling berbahaya untuk kita di hutan Sabangau- dia makan binatang, jadi ayah coba untuk mengusir dia dari tempat kita supaya dia tidak memakan kita!”

Saya bertanya lagi kepada ibu, “Binatang apa itu, bu?”

Ibu bilang, “Itu macan dahan, dia mencari makan di malam hari, ketika semua binatang lain sedang tidur, itulah alasan kenapa kita selalu mencoba untuk tidur di pohon yang bagus dan cukup tinggi.”

Setelah itu, ayah mendatangi kami dan dia bilang, “Saya sudah cukup ganggu dia, dia akan pergi. Ayo, kita cari makan dulu, saya sudah cukup lapar setelah bekerja keras.”

Kami pun melanjutkan perjalanan lagi dan meninggalkan macan di sana. Saya tidak akan mau berteman dengan dia, karena saya cukup takut! Mudah-mudahan saya tidak akan bertemu dia lagi di masa depan.

Bersambung…

 

 

Share