Pelatihan Identifikasi dan Pemantauan Biodiversitas untuk Tenaga Fungsional TN Sebangau

Click here for English

Borneo Nature Foundation (BNF) Indonesia bersama Balai Taman Nasional Sebangau (BTNS), melakukan pelatihan identifikasi, inventarisasi dan monitoring keanekaragaman hayati untuk para tenaga fungsional pengendali ekosistem hutan (PEH) TN Sebangau. Pelatihan selama dua hari ini dilaksanakan di Kantor BTNS dan Sungai Koran Resort Sebangau Hulu pada tanggal 10-11 Maret 2021 lalu.

“BTNS bersama dengan mitra ingin menjadikan Taman Nasional (TN) Sebangau ini naik level menjadi lebih baik, lebih maju, dan keahlian tenaga fungsional PEH juga semakin maju. Semua itu bisa terjadi bila kapasitas teknis teman-teman di BTNS semakin meningkat,” kata Kepala BTNS Andi Kadhafi saat memberi sambutan di Kantor BTNS.

Peserta pelatihan sebanyak 15 orang tenaga fungsional TN Sebangau. Bertindak sebagai fasilitator adalah staf lapangan BNF di Sebangau, yaitu Koordinator Camera Trap BNF Adul, Koordinator Pemantauan Keanekaragaman Hayati BNF Iwan dan Koordinator Kehutanan dan Survei Orangutan Santiano.

Santiano, Koordinator Kehutanan dan Survei Orangutan memberikan penjelasan mengenai survei sarang orangutan
Foto oleh Yohanes Prahara | BNF

Andi menambahkan, latihan ini dimaksudkan untuk memberikan penyegaran atau peningkatan kapasitas terhadap tenaga fungsional PEH TN Sebangau dengan menghadirkan praktisi lapangan berpengalaman dan merupakan koordinator lapangan dari BNF. Tujuan dari adanya pelatihan ini adalah untuk memahami pentingnya monitoring keanekaragaman hayati untuk konservasi, mempelajari metode yang ada untuk memantau keanekaragaman hayati (kekayaan spesies, distribusi, kelimpahan, pemantauan populasi, indikator biologis).

“Pelatihan ini juga untuk memahami bagaimana data monitoring keanekaragaman hayati dapat diproses dan digunakan untuk mendukung aksi konservasi,” imbuhnya.

Andi berharap, kebutuhan data dan penelitian, pengamatan kedepan dapat juga difasilitasi secara bertahap misalnya penghitungan emisi karbon dan cadangan karbon, serta penulisan jurnal-jurnal ilmiah di mana BNF sangat berpengalaman dalam hal tersebut. Pihaknya berterima kasih kepada BNF Indonesia yang telah membantu pengelolaan kawasan TN Sebangau dengan memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Di tempat yang sama, Wakil Direktur II BNF Indonesia Agnes Ferisa menjelaskan bahwa pelatihan ini lebih bersifat teknis, para pesertanya mendapatkan teori di dalam ruangan dan selanjutnya langsung praktek ke lapangan. Gunanya, agar cara-cara yang diajarkan lebih mudah dipahami jika dipraktikkan langsung. Mempelajari cara menyiapkan survei perangkap kamera, seperti lokasi, setelan kamera, identifikasi spesies, pemrosesan data, dan analisis data.

“Kami bersama-sama belajar melakukan survei sarang untuk menilai kepadatan populasi orangutan, teknik survei, identifikasi spesies, pengumpulan data morfologi, identifikasi variabel lingkungan, pengolahan data, dan analisis dasar. Kami juga mempelajari cara menyiapkan survei dan mengumpulkan data kunci dengan potensi sebagai indikator bio,” imbuhnya.

Agnes juga menambahkan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama fungsi keanekaragaman hayati di TN Sebangau. Pihaknya juga berharap kerja sama ini dapat terus berlangsung demi menjaga keutuhan habitat Sebangau beserta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.


 

Share