Sebangau Ranger Belajar Melalui Proyek Uneng Welum

Click here for English

Di bulan Oktober 2020 sampai dengan Januari 2021, Sebangau Ranger teribat dalam sebuah proyek bernama “Uneng Welum”. Ini adalah pengaplikasian program yang dilakukan oleh tim edukasi Borneo Nature Foundation (BNF) setelah mengikuti program Teach4Future. Program Teach4future adalah bagian dari Youth Southeast Asian Leaders Initiative Seeds atau YSEALI Seeds yang berfokus pada peningkatan kapasitas bagi guru, praktisi, dan aktivitis tentang pendidikan lingkungan.

Uneng Welum berasal dari Bahasa Dayak Ma’anyan yang berarti tempat kehidupan. Pesan dari proyek ini adalah untuk selalu membawa harapan dan kebahagiaan bagi setiap orang yang bergabung dalam proyek ini. Ada tiga kegiatan utama yang dilakukan oleh Sebangau Ranger selama proyek ini, yaitu berkebun organik, membuat sabun organik, dan belajar tentang tanaman hutan.

Sebangau Ranger memulai berkebun organik dari awal. Mereka membersihkan lahan berkebun, mengolah area tersebut, menanam berbagai tanaman, dan merawatnya sampai panen. Selama proses tersebut, Sebangau Ranger dibantu oleh Community Nursery BNF yang sudah mempunyai banyak pengalaman dalam melakukan kegiatan ini. Mereka menanam sayuran, seperti bayam hijau, bayam merah, dan kangkung. Mereka juga membuat kompos organik mereka sendiri yang terbuat dari sayur dan buah yang sudah busuk serta daun dan rumput kering. Kompos ini mereka gunakan pada tanaman sayuran tersebut.

Sebelum membuat sabun, Sebangau Ranger membuat minyak kelapa mereka sendiri dan menjernihkan minyak goreng bekas yang merupakan bahan utama dari pembuatan sabun organik. Bahan – bahan lainnya yang digunakan adalah natrium hidroksida, essential oil, dan air beraroma. Sebangau Ranger membuat sendiri air beraroma tersebut. Mereka merebus serai dan pandan, tanaman beraroma yang mudah didapatkan karena tanaman – tanaman tersebut tumbuh banyak di sekitar rumah. Setelah proses pembuatan sabun selesai, sabun tersebut perlu ditaruh di tempat yang sejuk selama 4 – 6 minggu untuk membuatnya padat sebelum digunakan.

Kegiatan terakhir yang dilakukan oleh Sebangau Ranger adalah belajar tentang tanaman hutan dengan Community Nursery BNF. Mereka mengunjungi nursery tanaman hutan dimana bibit tanaman hutan tersebut dirawat. Bibit ini adalah tanaman lokal yang tumbuh di Hutan Sebangau, seperti Tampohot (Syzigium sp.), Parupuk (Lophopetalum sp.), and Pulai (Alstonia scholaris),, dan akan ditanam di lahan terbakar. BNF telah menanam di lahan terbakar, bekas kebakaran hutan sejak 2017 dan berkomitmen untuk menanam satu juta pohon lagi dalam lima tahun ke depan sebagai bagian dari kegiatan reforestasi.

Sebangau Ranger menikmati apa yang mereka lakukan dalam proyek Uneng Welum karena kegiatan – kegiatan tersebut berbeda dengan apa yang sudah mereka pelajari di sekolah. Dalam proyek ini, mereka belajar mengenai pendidikan lingkungan melalui pengalaman langsung, belajar langsung untuk menjaga lingkungan. Ke depannya, Sebangau Ranger akan melanjutkan kegiatan yang mereka lakukan dalam proyek Uneng Welum dan meningkatkan kegiatan lain yang juga berguna bagi lingkungan.


Ditulis oleh Ina Christina, Staf Edukasi BNF

Share